ini juga ketika itu....

Monday, May 21, 2007

DRAGONFORCE LIVE AT TENNIS OUTDOOR : THE REVIEW

Sabtu, 19 Mei 2007 adalah salah satu momen terbaik dalam hidup saya. Ya, hari itu saya melihat aksi panggung Dragonforce dengan mata kepala saya sendiri. Sungguh² penampilan yang extraordinary dari Herman Li dan kawan². Bagaimana tidak, hanya dengan uang yang relatif terjangkau (50 ribu rupiah) saya bisa melototin Dragonforce dari jarak kurang dari 2 meter! Thanx to Solucite for making this possible...
Sehari sebelumnya saya menukarkan tiket di kantor Solucite di Jl Langsat IV No 7 Kebayoran Baru (Depan Kuburan Barito ke arah Gandaria). Saya memesan lima tiket masing² untuk saya, Endah, Didin my older brother dan sisanya untuk Kukuh dan Bayu teman kampus saya. Keesokan harinya kami berlima janjian di blok M plaza bersama teman baik saya Patrick jam 2 siang dan sekitar setengah jam berikutnya kami berenam langsung meluncur ke Senayan memanfaatkan jasa Busway. I was so excited dan masih belum sadar sepenuhnya kalau sebentar lagi saya akan melihat Dragonforce :D
Kami tiba di Senayan sekitar pukul setengah empat sore. Suasana sudah cukup hiruk pikuk di sana-sini. Ya namanya juga acara metal, orang² dengan pakaian selain warna hitam dapat dihitung dengan jari karena kemanapun mata ini memandang, yang terlihat hanya orang² dengan pakaian warna hitam :). Setelah duduk² sebentar, kami sepakat untuk makan terlebih dahulu biar gak masuk angin :) jam setengah lima sore kami kembali ke arena Tennis Outdoor dan sayup² terdengar lagu Price dari Roxx... Oh maygat! Roxx adalah salah satu band yang paling saya tunggu penampilannya... bagaimana tidak, ketika itu saya masih terlalu kanak² untuk melihat penampilan live mereka.. saya begitu iri mendengar cerita² kakak saya sehabis melihat penampilan mereka... setelah menunggu hampir 15 tahun akhirnya kesempatan itu datang juga... dengan tergesa² dan setengah berlari saya menukarkan tiket dan masuk lewat pintu festival F2 di sebalah kiri.. tanpa harus menunggu lama, saya dan kakak saya langsung singalong menyanyikan lagu² mereka yang kebanyakan berasal dari album pertama. Setelah sedikit melakukan perkenalan personil, Roxx menutup penampilannya dengan hits "Rock Bergema" dan lagi², saya dan kakak saya bersingalonga Roxx!!
Setelah Roxx giliran Seringai membakar Tennis Outdoor.. jujur, saya tidak terlalu tahu lagu² mereka, yang saya tahu hanya lagu "membakar jakarta" :) tapi terlepas dari hal tersebut, saya tetap enjoy menikmati musik Seringai. Gitaris mereka terlihat sangat bersemangat dan powerful memainkan lagu demi lagu while Arian13 screams from the top of his lungs and provoke the audience. Setelah penampilan Seringai, MC Mr. Gatot Fugaziyanto (is it really Fugazi?) mengumumkan break maghrib. Sedikit cerita tentang oom MC, dia begitu berkharisma di atas panggung. Usia boleh uzur, tapi pengetahuan musik si oom tidak bisa dianggap remeh. Dengan sedikit dialek agak kejawa²an, dari awal sampai akhir dia menyinggung nama² band seperti Blind Guardian, Stratovarium,Rhapsody, dan lain². Salut lah oom gatot :)
Seusai maghrib masing² Netral diikuti Edane langsung menggebrak dengan lagu² hits mereka. Respons audiens agak sedikit mengendur setelah Seringai, mungkin karena vokalis Netral dan Edane kurang bisa sedikit "mempengaruhi" penonton seperti yang dilakukan dengan sangat baik oleh Mr. 13. Ketika Netral naik ke atas panggung, Patrick teman saya dengan nada bercanda berkata kepada saya: "jul, kalo ada lomba mirip²an Travis Barker, Enno pasti juara pertama" lalu saya balik bertanya: "juara keduanya siapa Pat?" "Travis Barker" jawab Pat kalem.
Saya sedikit miris melihat penampilan Edane di mana ketika jeda lagu, penonton yang sudah tidak sabar berteriak "Dragonforce!, Dragonforce!, Dragonforce!" tapi Edane tidak peduli dan tetap memainkan lagu² mereka sampai tuntas. Hal ini hampir mirip ketika Edane menjadi pembuka Metallica dan reaksi Ecky Lamoh vokalis Edane saat itu menunjukkan sikap ketidaksukaannya dengan mengucapkan kata tidak senonoh.tetapi secara keseluruhan performance mereka dahsyat dan sound-nya juga oke.
Sekitar pukul 20:00 WIB, crew Dragonforce melakukan persiapan dan sekitar 30 menit berikutnya lagu favorit saya di album Inhuman Rampage "Revolution Deathsquad" langsung menghentak. Sontak saya langsung loncat² kegirangan... sambil sedikit menangis terharu saya singalong "Rise over shadow mountains blazing with power! Crossing valleys, endless tears, in unity we stand, Far and wide across the land, the victory is ours On towards the gates of reason Fight for the truth and the freedom, Gloria!!!!!!!" wow!!! akhirnya saya melihat wajah Herman Li, Sam Totman, Dave 'Compact Dynamo' Mackintosh, Frédéric Leclercq, Vadim Phruzanov dan ZP Theart secara langsung!!!
Jujur, sebelum menonton aksi mereka saya dihantui gambaran kalau² nantinya penampilan mereka, khususnya duet Herman dan Sam akan tidak maksimal karena yang saya lihat dari video² live mereka, terkadang suka acak²an dan tidak padu sehingga kadang² melodi yang dimainkan terdengar flat. Hal ini sejalan dengan apa yang dikritik oleh fans² mereka karena Sam Totman terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Tapi pernyataan itu terhapus dalam sekejap setelah hampir 2 jam berdiri melihat penampilan mereka. Yes, they were so perfect!
Stamina mereka sangat² prima, di setiap lagu, satu persatu personil Dragonforce (kecuali sang drummer) berlari ke kanan ke kiri menghampiri penonton dan sesekali melempar pick untuk oleh² :) Malam itu, masing² personil mengenakan pakaian kebesaran mereka. Herman dengan khas kemeja putih dengan lengan digulung, Sam dengan kaos lengan buntung Rancid, gesper spike, celana ketat dan sepatu Cons, Fréd dengan kaos hitam polos tanpa lengan dan ZP dengan celana ketat hitamnya yang mengkilap, juga Dave dengan topinya yang dibalik ke belakang, kecuali Vadim yang biasanya memakai kaos tanpa lengan abu² bercorak, kali ini dia mengenakan kemeja dan dasi...hmmm, sedikit mirip Billie Joe :D Mereka membawakan lagu² dari ketiga album mereka seperti Fury of The Storm, Trail of Broken Hearts, My Spirit Will Go On, Valley of The Damned, dan lain².
Menurut saya, malam itu adalah malamnya Vadim sang kibordis. Mungkin kita sudah terbiasa melihat aksi² duet Herman-Sam solo gitar karena memang keduanya yang paling menonjol di band, tapi aksi solo Vadim malam itu sangat² luar biasa. Dimulai pada saat lagu "Operation Ground and Pound", di tengah² lagu Vadim meluncur ke depan pangung dengan keytar merahnya yang sangat khas mirip Fariz RM memainkan solo... Juga ketika dia sendirian melakukan aksinya memainkan solo² dengan diiringi loop² dari kibordnya dan dinaungi lampu sorot, dia berlari ke kanan ke kiri, memainkan tuts keytar dengan jari dan juga dengan lidah!! Sontak penampilan Vadim itu mengundang decak kagum dari penonton termasuk saya. Tak heran memang karena kibordis berumur 23 tahun tersebut sudah belajar piano sejak umur 8 tahun dan sempat mengenyam pendidikan di sekolah musik.
Tapi jangan juga remehkan aksi personil lainnya. Solo gitar Herman Li dan Sam Totman memang luar biasa memukau, silih berganti mereka memainkan melodi lagu demi lagu, juga drummer Dave Mac dan ZP sang vokalis. Dari awal sampai akhir, ketukan Dave sangat konstan dan sepertinya tak pernah kehabisan tenaga, wajar memang jika dia dijuluki Compact Dynamo serta kualitas vokal ZP yang sangat powerful walaupun sedikit serak di akhir² lagu.
Mereka memang benar² 100% entertainer dan profesional sejati. Mereka tampak santai dan benar² menikmati permainan mereka sendiri di atas panggung. Sesekali mereka bercanda satu sama lain seperti misalnya ketika Vadim maju ke depan, dengan bahasa tubuh dia mengacungkan jempol terbalik ke arah Herman Li yang sedang memainkan solo gitar sedangkan Sam Totman menirukan gaya Vadim memainkan kibord dengan memutar² tangan sambil melompat². Juga ketika dengan jaket hooded yang menutupi kepalanya, Sam memainkan gitar sambil berputar² menirukan gaya bassisnya Fall Out Boy.. hahahaha, jangan begitu dong Sam :)
Penampilan mereka ditutup dengan lagu Valley of The Damned. Man, gile, saya sangat² puas malam itu. Sekali lagi terimakasih kepada Solucite...

0 komentar: